Perbedaan Domain & Hosting

    Perbedaan Domain & Hosting

    Bagi Anda yang memahami dunia IT pasti sudah memahaminya namun bagi Anda yang baru mengenal apa itu Domain dan Hosting inilah pengertian dan perbedaannya ?

    Pada dasarnya domain dan hosting adalah 2 istilah jaringan yang sering ditemui terutama pada jaringan internet. Walaupun keduanya berbeda namun mereka saling memiliki keterkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

    Perbedaan domain dan hosting terletak pada fungsinya. Hosting adalah sebagai tempat/ media untuk meletakkan file website seperti gambar, video, script website serta database. Sedangkan, domain adalah nama alamat dari bangunan atau website disebut dengan Domain. Jadi tanpa domain dan hosting, website tidak akan bisa online dan diakses banyak orang via internet.

    Apa perbedaan Domain dan Hosting ?

    Tim Arulogic ingin menjelaskan bagi yang baru memahaminya Mengapa untuk membuat website harus perlu domain dan hosting? Bisa tidak jika hanya membeli salah satu saja? Penting mana domain atau hosting? Apakah ada beli hosting gratis domain agar tidak ribet dalam proses order? Baik, untuk menjawab itu silahkan baca penjelasan berikut.

    Hanya sedikit orang yang tahu tentang domain dan hosting, mungkin karena tidak setiap orang menggunakan website, jadi tidak heran jika kata domain dan hosting masih sedikit asing ditelinga kita. Apalagi untuk pemula yang baru ingin membuat website. Mereka pasti masih belum memahami tentang domain dan hosting. Jadi begini, domain dan hosting adalah komponen utama dalam pembuatan website. Tanpa domain dan hosting, website anda tidak dapat online dan tidak dapat diakses internet.

    Domain

    Domain adalah nama yang ketentuannya diatur oleh badan regulasi domain dunia INTERNIC. Nama domain ini yang akan mengarahkan ke alamat IP server hosting, sehingga saat anda mengetikan nama domain, yang anda akses adalah server IP yang dituju.

    Pada saat anda membeli domain pada dasarnya anda hanya menyewa nama saja, dengan domain saja anda tidak bisa menyimpan data web atau aplikasi web lainnya sehingga saat anda membeli domain tanpa hosting saat domain di akses tidak akan menampilkan apapun.

    Alamat domain ini juga bervariasi, ada beberapa yang gratis seperti .blogspot.com, .wordpress.com, dll. Namun, Untuk mendapatkan alamat pribadi dengan top level domain seperti .com, .id, .co.id, .net, .org dll, maka Anda harus membayar dan membelinya dari para penyedia layanan domain dan hosting untuk menggunakannya.

    Nama domain diibaratkan seperti alamat fisik  terdaftar sehingga orang-orang akan menemukan Anda dengan mudah melalui World Wide Web. Karena itulah, baris di bagian atas web browser disebut baris alamat, tempat Anda memasukkan nama domain untuk menemukan website.

    Apabila nama domain dimisalkan sebagai alamat Anda, maka server di mana website Anda dibuat diumpamakan sebagai bangunan fisik. Ketika membuat website, Anda mengatur nama domain yang diarahkan ke server Anda, sehingga bilamana para pengunjung ingin mengunjungi website Anda, mereka dapat memasukkan nama domain Anda dan beberapa saat kemudian halaman web Anda akan terbuka. Tanpa nama domain, pengunjung mau tak mau harus mengetikkan alamat IP (misalnya 99.139.434.22) dari server Anda.

    Sebagian besar website yang Anda buka memiliki nama domain. Sebagai contoh, Google.com merupakan nama domain. Facebook adalah nama website dan Facebook.com sebagai nama domainnya.

    Nama domain terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran. Meskipun demikian, ada satu persamaan, yakni semua domain terdiri atas dua bagian – label (misalnya, Hostinger) dan top-level domain (misalnya, ‘.com’). Ekstensi top-level domain bermacam-macam, mulai dari kata sandi negara (misalnya, ‘.co.uk atau .de’) sampai ke kode spesifik untuk beberapa sektor, seperti .gov yang ditujukan bagi organisasi pemerintah dan .edu untuk institusi pendidikan.

    Di samping itu, dengan lebih dari 330 juta nama domain yang terdaftar, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), yang mengelola keseluruhan arsitektur sistem nama domain, baru-baru ini mendapati kebutuhan akan tipe nama domain baru. Oleh karena itu, ICANN mengumumkan ekstensi umum top-level domain (gTLD), seperti .bike, .clothing, .guru, dan .ventures.

    Anda tidak akan kebingungan ketika ingin cek domain karena terdapat berbagai pilihan yang tersedia. Hanya saja, pencarian nama domain yang tepat untuk Anda atau perusahaan Anda terkadang menjadi sangat sulit. Hal ini membutuhkan pertimbangan yang matang. Meskipun domain dapat diubah nantinya, kami tidak menyarankan Anda untuk melakukannya.

    Domain digunakan untuk memberikan nama alamat dalam website anda. Ada 2 jenis domain yaitu Domain gTLD (domain global) dan Domain ccTLD (domain id).

    Domain gTLD adalah domain global dan tidak memiliki syarat apapun. Contoh dari domain gTLD seperti : .com , .net , .org , dan sebagainya. Sedangkan Domain ccTLD adalah domain indonesia (id). Domain id diatur oleh PANDI. Contoh dari domain id seperti : .co.id , .my.id , .id , dst. Berbeda dengan domain gTLD, khusus domain ccTLD (domain id) memiliki syarat tertentu yang sudah dikeluarkan oleh PANDI.

    Hosting

    Hosting (disebut juga Web Hosting / sewa hosting) adalah penyewaan tempat untuk menampung data-data yang diperlukan oleh sebuah website dan sehingga dapat diakses lewat Internet. Data disini dapat berupa file, gambar, email, aplikasi/program/script dan database.

    Pengertian Hosting dapat diibaratkan sebagai contoh berikut; sebuah website diibaratkan sama dengan kios/ruangan di Mall.

    Manajemen Mall menyewakan ruangan, infrastruktur, listrik, telepon dan fasilitas lainnya agar orang-orang dapat membuka usaha. Setiap kios pengelolanya dapat berbeda, dekorasinya berlainan dan beroperasi masing-masing dengan caranya sendiri. Dalam hal ini kios atau ruangan yang disewa tentu mempunyai batasan ruangan (mis: 10m x 7m) dan maksimum adalah besarnya gedung Mall tersebut.

    Hosting adalah sebuah layanan yang dapat digunakan oleh perorangan, organisasi atau perusahaan untuk menyimpan berbagai data website, sehingga dapat diakses melalui internet.

    Ketika Anda menggunakan internet untuk mengunjungi sebuah website, yang Anda lakukan pertama kali pada browser adalah mengetikkan nama domain atau kata kunci tertentu di kolom pencarian Google.

    Kemudian komputer Anda akan terhubung ke server dan halaman website akan dikirimkan dan ditampilkan melalui browser, contohnya seperti halaman yang sedang Anda baca saat ini.

    Oleh karena itu ketika Anda ingin memiliki website, domain dan hosting adalah hal utama yang harus Anda beli.

    Kesimpulan

    Bagaimana? Sekarang sudah paham perbedaan domain dan hosting kan? Agar website anda bisa online dan diakses oleh orang lain maka file website harus di upload ke Hosting. Cara hosting web nya pun mudah. Ada beberapa cara seperti upload via file manager ataupun via FileZilla. Tanpa domain, website juga tidak mungkin bisa online.

     

    Install Zimbra

    Install Zimbra

    Create a Linode with a minimum of 4 GB of RAM. See Getting Started for help setting up your host.

    1. Deploy an Ubuntu 14.04 LTS image to your Linode. Consider using slightly less than half the available disk space for the first image, keeping the other half for taking a backup image before updates. Your partition size will depend on the number of accounts and volume of mail you expect to handle. Once deployed, boot your new host. SSH into the terminal using the command shown on your Remote Access page in Linode Manager and the password you entered when you created the Linode.
    2. You must set the hostname and fully qualified domain name (FQDN), and update /etc/hostsprior to installing Zimbra.
    3. Configure your DNS entries at your DNS provider to provide an A record for the host, and point the domain MX record to your new server. A reverse DNS pointer is highly recommended to prevent mail from your server being rejected. See Running a Mail Server: DNS Records for details on setting up DNS.

    Read More »